HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA
Universitas Diponegoro
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 29 Agustus 2015 04:28

Pembajakan tentu salah satu kegiatan yang bertentangan dengan hokum di Indonesia. Namun dengan akses internet yang menyebar luas. Membuka peluang baru untuk pembajak film untuk menyebarluaskan melalui internet. Hal ini tentu mengurangi pemasukan dari produser film, khusunya di Indonesia.

Menanggapi hal itu Kemenkominfo mengambil tindakan sesuai Peraturan Bersama Menkumham No. 14 tahun 2015 dan Menkominfo No. 26 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Penutupan Konten dan atau Hak Akses Pengguna Pelanggaran Hak Cipta dan atau Hak Terkait Dalam Sistem Elektronik. Kemenkominfo melakukan penutupan hak akses terhadap 22 situs yang diduga melakukan pembajakan tehadap film Indonesia. Kurang lebih 24 film Indonesia yang dapat disebut box office dibajak situs-situs tersebut menurut Perwakilan Asosiasi Produser Film Indonesia, Fauzan Zidni. Situs-situs tersebut untuk saat ini memang dibatasi hak aksesnya, namun tidak menutup kemungkinan situs-situs tersebut akan ditutup permanen.

"Dulu lolos dari bioskop ke DVD, sekarang pasar DVD juga udah enggak ada karena semuanya langsung dibajak ke internet. Karena banyak bajakan online Itu membuat jasa streaming resmi enggan investasi di Indonesia. Jadi dampaknya tidak ada additional income bagi produser," ucap Fauzan.


Oleh Tim Jurnalis - #Hafidh

Kategori : Teknologi      Hits : 47 kali
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 21 Agustus 2015 12:31

Laut Indonesia - Source : hujanpelangi.comHampir  75 persen wilayah Indonesia adalah laut. Tak aneh kalau dunia internasional mengakui Indonesia sebagai negara maritim sebagaimana ditetapkan dalam UNCLOS 1982. Indonesia telah meratifikasi UNCLOS 1982 dengan mengukuhkannya ke dalam UU RI No 17 tahun 1985, sehingga telah resmi mempunyai hak dan kewajiban mengatur, mengelola, dan memanfaatkan kekayaan laut nasional untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Geografi Indonesia yang sangat bersifat kelautan, seharusnya membuat Bangsa Indonesia terus mengembangkan tradisi, budaya dan kesadaran bahari serta menjadikan laut sebagai tali kehidupannya. Namun, Indonesia juga wajib memperhatikan kepentingan dunia internasional terutama dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran internasional dalam wilayah kedaulatan dan wilayah berdaulatnya. Kewajiban ini tersurat dalam pasal-pasal UNCLOS 1982, serta tidak kalah pentingnya, merupakan salah satu tujuan nasional seperti termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang antara lain berbunyi:…… ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ……..

 

Sejarah mencatat tanggal 21 Agustus diperingati sebagai Hari Maritim Nasional. Ini mengacu pada sejarah bahwa tanggal 21 Agustus 1945 kekuatan tentara laut Indonesia berhasil merebut kekuatan laut dari tentara Jepang. Sejarah juga menunjukkan bahwa pada masa lalu, Indonesia memiliki pengaruh yang sangat dominan di wilayah Asia Tenggara, terutama melalui kekuatan maritim besar di bawah Kerajaan Sriwijaya dan kemudian Majapahit. Wilayah laut Indonesia yang merupakan dua pertiga wilayah Nusantara mengakibatkan sejak masa lampau, Nusantara diwarnai dengan berbagai pergumulan kehidupan di laut. Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia menguasai lautan Nusantara, bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar, Afrika Selatan.

Pada sekitar abad ke-14 dan permulaan abad ke-15 terdapat lima jaringan perdagangan (commercial zones). Pertama, jaringan perdagangan Teluk Bengal, yang meliputi pesisir Koromandel di India Selatan, Sri Lanka, Burma (Myanmar), serta pesisir utara dan barat Sumatera. Kedua, jaringan perdagangan Selat Malaka. Ketiga, jaringan perdagangan yang meliputi pesisir timur Semenanjung Malaka, Thailand, dan Vietnam Selatan. Jaringan ini juga dikenal sebagai  jaringan perdagangan Laut Cina Selatan. Keempat, jaringan perdagangan Laut Sulu, yang meliputi pesisir barat Luzon, Mindoro, Cebu, Mindanao, dan pesisir utara Kalimantan (Brunei Darussalam). Kelima, jaringan Laut Jawa, yang meliputi kepulauan Nusa Tenggara, kepulauan Maluku, pesisir barat Kalimantan, Jawa, dan bagian selatan Sumatera. Jaringan perdagangan ini berada di bawah hegemoni Kerajaan Majapahit.

Pada tahun 1957, Bangsa Indonesia mendeklarasikan Wawasan Nusantara, yang memandang bahwa wilayah laut di antara pulau-pulau Indonesia sebagai satu-kesatuan wilayah nusantara, sehingga wilayah laut tersebut merupakan satu keutuhan dengan wilayah darat, udara, dasar laut dan tanah yang ada di bawahnya serta seluruh kekayaan yang terkandung di dalamnya sebagai kekayaan nasional yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

Melalui suatu perjuangan panjang dan bersejarah di forum internasional, pada tahun 1982, gagasan Negara Nusantara yang dipelopori Indonesia berhasil mendapat pengakuan Internasional dalam kovensi PBB tentang hukum laut. Pada 18 Desember 1996 di Makassar, Sulawesi Selatan, BJ Habibie sebagai Menristek membacakan pidato Presiden RI yang dikenal dengan pembangunan “Benua Maritim Indonesia”. Selanjutnya pada tahun 1998 Presiden BJ Habibie mendeklarasikan visi pembangunan kelautan Indonesia dalam “Deklarasi Bunaken”. Inti dari deklarasi tersebut adalah laut merupakan peluang, tantangan dan harapan untuk masa depan persatuan, kesatuan dan pembangunan bangsa Indonesia. Sejak tahun 1999 Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan komitmennya terhadap pembangunan kelautan. Komitmen pembangunan pemerintah di bidang kelautan, diwujudkan dengan dibentuknya Departemen Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999 dan menempatkan Sarwono Kusumaatmadja sebagai menteri pertama. Pada bulan Desember nama departemen ini berubah menjadi Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan, dan sejak awal tahun 2001 berubah lagi menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) hingga sekarang

 

Sumber : www.rmol.co dan www.academia.edu

Oleh : Tim Jurnalis - #Devia

Kategori : Momentum      Hits : 48 kali
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 15 Agustus 2015 03:45

Jakarta - Bete menunggu ketika kopi file film berukuran super besar? Berarti hardisk SSD yang satu ini boleh dilirik. Produsennya mengklaim SSD buatannya cuma butuh satu detik untuk kopi film-film full HD 1080p yang biasanya punya ukuran 1 GB.

Adalah Toshiba produsen yang dimaksud, perusahaan asal Jepang ini baru saja merilis SSD terbarunya dengan seri PX04P. Daya tarik SSD ini terletak di kecepatan transfer datanya. Bayangkan saja, kecepatan read PX04P diklaim tembus 3,1 GB per detiknya. Sedangkan kecepatan write-nya pun tak kalah cepat, mencapai 2,35 GB per detik.

Nah, ukuran film full HD biasanya berada di angka 1 GB-an. Artinya, kalau menggunakan SSD PX04P tak sampai 1 detik waktu yang dibutuhkan untuk kopi sebuah film full HD.

Tingginya kecepatan tersebut dimungkinkan karena PX04P mengandalkan interface PCIe 3.1 sebagai konektivitasnya. Kapasitas yang ditawarkan mulai dari 800 GB, 1,6 TB, dan 3,2 TB. Namun SSD ini sejatinya hanya ditawarkan untuk kelas enterprise.

Untuk kelas consumer, Toshiba punya XG3. SSD yang juga mengandalkan sambungan PCIe ini mendukung penggunaan hingga empat slot sekaligus. Pilihan varian kapasitasnya disebut sampai ukuran 1 TB.

Sayang tak ada infromasi soal kecepatannya. Tapi karena juga menggunakan jalur PCIe seharusnya kecepatan datanya berada di atas 1 GB per detik. Sayang, harga yang akan diusung kedua SSD belum dibeberkan oleh Toshiba.

Sumber : detik.com

Oleh : Tim Jurnalis - #Jehan

Kategori : Teknologi      Hits : 69 kali
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 14 Agustus 2015 12:33

Praja Muda Karana atau Pramuka merupakan suatu organisasi pendidikan non-formal yang bertugas untuk menyelenggarakan pendidikan karakter dalam  bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah yang dilakukan di alam terbuka. Pencetus gagasan sekaligus pendiri gerakan kepramukaan sedunia adalah Lord Robert Baden Powell yang lahir di Inggris pada tanggal 22 Februari 1857.

Baden Powell yang merupakan pensiunan tentara inggris menuangkan pengalamannya ke dalam bentuk tulisan pada tahun 1908. Kumpulan dari tulisan tersebut dibuat sebuah buku berjudul “Scout For Boys”. Buku inilah yang menginspirasi berdirinya organisasi yang semula hanya untuk laki-laki bernama Boys Scout. Organisasi kepramukaan untuk perempuan baru berdiri pada tahun 1912 atas bantuan Agnes yang merupakan adik Baden Powell.

Gerakan Pramuka di Indonesia dibentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat umum pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku ketua Kwarnas pertama. Sejak saat itu tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai hari pramuka di Indonesia dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX mendapat gelar sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Saat ini Gerakan Pramuka sudah sangat akrab di telinga pelajar Indonesia. Banyak sekolah yang mewajibkan siswa untuk mengikuti latihan kepramukaan disekolahnya. Hari ini Gerakan Pramuka Indonesia sudah mencapai umur ke – 54. Semoga melalui Gerakan Pramuka ini dapat terbentuk generasi penerus yang memiiliki karakter kuat dan budi pekerti yang luhur. Maju terus Praja Muda Karana Indonesia.

 

Oleh : Tim Jurnalis - #Mulki

 

Kategori : Momentum      Hits : 97 kali
Penulis :Dimas Dwi Prasetya | Tanggal : 12 Agustus 2015 15:15

Wisuda IF

Kategori : Akademik      Hits : 62 kali
anforcom