HIMPUNAN MAHASISWA INFORMATIKA
Universitas Diponegoro
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 02 Mei 2015 03:56

2 Mei, selain diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, warga Semarang juga merayakan salah satu hari besar mereka yaitu Hari Jadi Kota Semarang. Dalam perayaan ini, dilangsungkan berbagai rangkaian kegiatan. Sebenarnya rangkaian kegiatan tersebut sudah mulai dilakukan mulai 14 April lalu. Dan di tanggal 2 Mei 2015 ini akan dilangsungkan Upacara Hari Jadi Kota Semarang di Halaman Balaikota Semarang. Besok tanggal 3 Mei ada acara Semarang Night Carnival di Kota Lama. Dan di hari-hari berikutnya akan ada serangkaian acara lainnya.

Hari Jadi Kota Semarang

 

Berikut ini rincian rangkaian acara memperingati Hari Jadi Kota Semarang yang ke-468.

14 April 2015 (Gedung Balaikota) : Donor Darah
15-16 April 2015 : Job Fair Disnakertrans Kota Semarang
17-19 April 2015 : Semarang Industri Expo (Lawang Sewu)
19 April 2015 (Halaman Balaikota) : Pembukaan Hari Jadi dan Semarang Great Sale
24 April 2015: Pengajian bersama Ustadz Wijayanto di halaman Balaikota Semarang
25 April 2015: Grand Final Denok Kenang Semarang (Hotel Horison)
24-27 April 2015: Indonesia Marine & Fisheries Expo (Java Mall)
24-26 April 2015: Central Java Tourism Expo 2015 (Lawang Sewu)
26 April 2015: Rally Wisata (Balaikota Semarang)
28 April 2015: Deklarasi Anti-Bullying (di semua sekolah)
29 April 2015: Pagelaran Wayang Kulit Ki Manteb Soedharsono (Halaman Balaikota Semarang)
1 Mei 2015: Malam Tirakatan Hari Jadi ke-468 (Halaman Balaikota Semarang)
2 Mei 2015: Upacara Hari Jadi Kota Semarang (Halaman Balaikota Semarang)
3 Mei 2015: Semarang Night Carnival (Kota Lama)
13-17 Mei 2015: Semarang Industri Kreatif (Mall Paragon)
14-19 Mei 2015: Semarang Franchise Expo (Mall Ciputra)
17 Mei 2015: Penutupan Semarang Great Sale (Hotel Crowne)
21-24 Mei 2015: Gelar Pameran Koperasi UMKM dan PKBL Expo (Java Mall)
24 Mei 2015: Festival Layang-Layang (Goa Kreo)
28 Mei 2015: Kirab Potensi Pangan Kota Semarang (Lapangan Garnisun Kalisari)
28-31 Mei 2015: Pameran Inovasi Kota Semarang (Lapangan Garnisun Kalisari)

Kategori : Momentum      Hits : 104 kali
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 01 Mei 2015 16:30

Setiap tanggal 2 Mei, rakyat Indonesia selalu memperingati hari pendidikan nasional. Kenapa 2 mei sebagai hari pendidikan nasional? Lalu apa yang harus Kita lakukan dalam memperingatinya?. Mungkin itulah pertanyaan yang terbesit di pikiran Kita ketika mendengar hari pendidikan nasional ini.

            Tanggal 2 Mei adalah tanggal kelahiran bapak pendidikan nasional dHari Pendidikan Nasionali Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah orang yang menentang kebijakan pemrintahan Belanda pada masa penjajahan, dimana pada masa itu hanya golongan atas atau keturunan Belanda saja yang boleh mengenyam pendidikan. Beliau bahkan diasingkan ke Belanda karena tindakannya itu. Hal itu tidak mematahkan semangat beliau untuk memperjuangkan hak rakyat Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Begitu kembali ke Indoesia, beliau mendirikan taman siswa sebagai sarana untuk memberikan pendidikan kepada rakyat Indonesia. Sehingga Ki Hajar Dewantara disebut sebagai bapak pendidikan di Indonesia. Untuk memperingati jasa beliau, pemerintah menjadikan tanggal kelahiran  beliau sebagai hari pendidikan nasional.

            Dalam memperingati hari pendidikan nasional, biasanya sekolah-sekolah melaksanakan upacara bendera dan pidato bertemakan pendidikan. Intinya pada hari pendidikan nasional, masyarakat intelektual diminta untuk menyadari posisi mereka. Mereka harus sadar bagaimana Ki Hajar Dewantara memperjuangkan hak tersebut hingga sekarang masyarakat Indonesia bisa memperoleh pendidikan dalam berbagai tingkatan.Sadar bukan sekedar sadar, namun menjadikan motivasi bagi diri sendiri.Motivasi seperti ingin melakukan percepatan yang lebih dibandingkan yang lain dengan tujuan menjadi sukses. Pemerintah pun sudah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap, tinggal bagaimana masyarakat intelektual memanfaatkan sarana dan prasarana itu semaksimal mungkin. Namun tidak berarti ketidaklengkapan sarana dan prasarana menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan. 

Pernahkah kalian mendengar suatu dalil sejarah yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam dunia pendidikan? Ada suatu dalil sejarah yang sangat penting yang harus selalu diingat oleh rakyat Indonesia. Dalil itu berbunyi Bahwa suatu bangsa akan maju apabila generasi pengganti lebih baik dari pada generasi yang diganti. Apabila sebaliknya yang terjadi, bangsa itu akan surut dan bisa hilang dari peta sejarah. Baik bangsa yang maju maupun bangsa yang surut, keduanya terjadi dalam sejarah bangsa-bangsa.” Dari dalil tersebut sangat jelas bahwa peran pendidikan sangat menentukan dalam proses sejarah tersebut. Hal tersebut  mengingatkan Kita kembali bahwa tugas dan tanggung jawab untuk menyiapkan generasi pengganti bukanlah hal yang main-main. Karena masa depan bangsa Kita berada di tangan generasi berikutnya. 

Oleh karena itu, Kita harus menyiapkan generasi pengganti yang mengerti dan memahami tujuan utama dari pendidikan itu sendiri. Tujuan utama pendidikan ialah Mampu mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, agar rakyat Indonesia menjadi manusia yang berkemampuan dan unggul dalam berbagai bidang. Tak hanya itu tujuan lain dari pendidikan ialah Dapat membentuk nilai dan karakter bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul dan memiliki semangat dan etos kerja, membentuk karakter bangsa yang ulet, yang sanggup menghadapi permasalahan di era millenium ini dan masa mendatang, membangun karakter bangsa yang memiliki kepedulian serta rasa ingin tahu yang tinggi yang pada akhirnya akan melahirkan generasi-generasi  yang kreatif dan inovatif, dan yang tak kalah pentingnya ialah  menciptakan serta meningkatkan karakter rakyat Indonesia menjadi manusia yang rukun, damai, dan memiliki sikap toleransi agar dapat hidup berdampingan secara harmonis dan seimbang.


Oleh : Tim Jurnalis

2 Mei juga diperingati sebagai Hari Jadi Kota Semarang

Kategori : Momentum      Hits : 130 kali
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 01 Mei 2015 03:13

Hari Buruh

Telah kita ketahui bersama bahwa setiap tanggal 1 Mei, sebagian masyarakat dunia terutama para buruh merayakan hari buruh sedunia.Hari buruh juga dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis di Eropa Barat dan Amerika Serikat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada tahun 1806 oleh pekerja Cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh di Kanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

 

Bagaimana Hari Buruh di Indonesia?

Ibarruri Aidit (putri sulung D.N. Aidit) sewaktu kecil bersama ibunya pernah menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Uni Sovyet, sesudah dewasa menghadiri pula peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1970 di Lapangan Tian An Men RRC pada peringatan tersebut menurut dia hadir juga Mao Zedong, Pangeran Sihanouk dengan istrinya Ratu Monique, Perdana Menteri Kamboja Pennut, Lin Biao (orang kedua Partai Komunis Tiongkok) dan pemimpin Partai Komunis Birma Thaksin B Tan Tein.

Tapi sejak masa pemerintahan Orde Baru hari Buruh tidak lagi diperingati di Indonesia, dan sejak itu, 1 Mei bukan lagi merupakan hari libur untuk memperingati peranan buruh dalam masyarakat dan ekonomi. Ini disebabkan karena gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak kejadian G30S pada 1965 ditabukan di Indonesia.

Semasa Soeharto berkuasa, aksi untuk peringatan May Day masuk kategori aktivitas subversif, karena May Day selalu dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas, karena mayoritas negara-negara di dunia ini (yang sebagian besar menganut ideologi nonkomunis, bahkan juga yang menganut prinsip antikomunis), menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Labour Day dan menjadikannya sebagai hari libur nasional.

 

Setelah era Orde Baru berakhir, walaupun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota.

Kekhawatiran bahwa gerakan massa buruh yang dimobilisasi setiap tanggal 1 Mei membuahkan kerusuhan, ternyata tidak pernah terbukti. Sejak peringatan May Day tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada tindakan destruktif yang dilakukan oleh gerakan massa buruh yang masuk kategori "membahayakan ketertiban umum". Yang terjadi malahan tindakan represif aparat keamanan terhadap kaum buruh, karena mereka masih berpedoman pada paradigma lama yang menganggap peringatan May Day adalah subversif dan didalangi gerakan komunis.

Referensi : Wikipedia

 

Kategori : Momentum      Hits : 78 kali
Penulis :Muhamad Doddy Zaki | Tanggal : 29 April 2015 02:05

Seminar EC Council

 

Kamis,16 April 2015. Jurusan informatika, Fakultas Sains dan Matematika(FSM) Universitas Diponegoro(Undip) mengadakan seminar dengan tema “IT Security Expert as Promises Skill to Capture Globalization Era”.Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa jurusan informatika.

Seminar ini membahas pentingnya pertahanan teknologi informasi dalam menghadapi era globalisasi. Diangkatnya tema ini karena skill dalam membuat system pertahanan sangat menjanjikan dalam bersaing menghadapi era globalisasi agar tidak kalah dengan pesaing dari Negara lain. Pertahanan teknologi informasi bukan hanya membutuhkan hardware yang bagus atau software yang bagus saja. Tetapi pertahanan lebih kuat jika dikelola menggunakan skill. Karena skill bisa dikembangkan setiap hari. Ilmu tentang pertahanan informasi ini bukan ilmu yang statis, tetapi ilmu yang dinamis karena setiap hari bisa terjadi serangan.

Maka yang dibutuhkan dalam security informasi adalah skill yang bisa diupdate setiap waktu, hal itulah yang menjadi pembeda antara satu orang dengan orang yang lain. Kelas orang yang mempunyai skill lebih, berbeda dengan orang yang hanya mempunyai skill biasa saja. Berbeda kelas berarti berbeda keuntungan (salary).

“Hacker adalah orang yang menikmati tantangan intelektual”, hal tersebut disampaikan oleh Pak Dono . Hacker tidak akan puas dengan hanya mengambil alih susatu system. Pada seminar ini juga ditunjukkan bagaimana hacker mengambil alih suatu website. Kebanyakan web developer kurang memperhatikan keamanan website, seperti penamaan direktori yang penting. Jika menggunakan penamaan umum, hacker bisa dengan mudah menebak direktori mana yang berisi data-data penting untuk website tersebut.

 

oleh: Tim Jurnalis HMIF

 

Kategori : Himpunan      Hits : 18 kali
Penulis :Aditia Prasetio | Tanggal : 28 April 2015 11:26

Wisudawan Wisudawati Informatika

Kategori : Prestasi      Hits : 17 kali

Copyright © Kominfo HMIF Universitas Diponegoro - 2015

Sekretariat : Gedung E Lantai 3, Fakultas Sains dan Matematika - Universitas Diponegoro, Semarang
Email :informatika.undip@gmail.com Twitter : @HMIF_Undip FB : facebook.com/InformatikaUndip
Contact Person : 085725682795 (Ananda) - 08988037265 (Dimas)